
Keceriaan Darmono dan Fais, Cerminan Kedekatan TNI dengan Masyarakat di Desa Tlemang
LAMONGAN,— Suara tawa riang anak-anak menggema di tengah proyek pembangunan infrastruktur Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Di saat kesibukan material bangunan, dua bocah kecil bernama Darmono dan Fais tampak ceria bermain dengan para prajurit TNI.
Bagi warga di sekitar, situasi ini sudah tak asing lagi. Sejak pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan, Darmono dan Fais seakan mendapatkan teman baru yang berpakaian militer.
Tanpa rasa ragu sedikit pun, dua anak asal Desa Tlemang ini sering berinteraksi dengan Anggota Satgas TMMD. Mereka menikmati bercanda, mendengarkan cerita para prajurit saat istirahat, hingga bermain permainan tradisional bersama di halaman rumah warga.
“Tentara itu ramah, selalu mengajak kami bermain dan berbagi cerita,” ungkap Darmono dengan polos sambil tertawa bersama Fais serta para anggota Satgas lainnya.
Kehadiran TNI di Desa Tlemang memberikan nuansa positif bagi masyarakat. Hubungan yang terjalin antara Darmono, Fais, dan anggota Satgas TMMD mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat. Program TMMD tidak sekadar fokus pada pembangunan fisik seperti ruas jalan dan jembatan, tetapi juga berusaha merangkul emosi masyarakat, baik itu orang dewasa maupun anak-anak.
Danramil Ngimbang, Kapten Arm Yusniadi, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam keberhasilan TMMD. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan bisa menghadirkan rasa aman dan bahagia bagi warga desa.
“Tawa dan senyuman anak-anak seperti Darmono dan Fais adalah obat penat bagi kami di lapangan. Ini menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat, bekerja untuk kepentingan rakyat, dan selalu ada di hati mereka,” kata salah satu anggota Satgas Kodim 0812/Lamongan.
Melalui program TMMD ke-129, Desa Tlemang telah mengalami transformasi tidak hanya dalam hal fasilitas, tetapi juga menyimpan kenangan berharga tentang hubungan erat antara TNI dan masyarakat.
Keceriaan Darmono dan Fais di samping prajurit TNI menjadi simbol nyata bahwa kemanunggalan itu hangat, tulus, dan melampaui batas usia serta seragam.

Tinggalkan Balasan