Fokus Keselamatan dan Kolaborasi dalam Proyek Pembangunan Desa oleh Satgas TMMD

LUWU TIMUR – Sebelum melanjutkan proyek pembangunan di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Palopo menekankan pentingnya disiplin, keselamatan kerja, dan kolaborasi. Hal ini disampaikan dalam apel pagi yang dipimpin oleh Dan SSK Satgas TMMD ke-130, Kapten Inf. Badar, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Dalam apel tersebut, yang dihadiri oleh anggota TNI, Polri, dan masyarakat setempat, Kapten Badar menekankan perlunya kesamaan visi dan pemahaman tentang tugas masing-masing. Dengan pengarahan itu, diharapkan setiap anggota dapat bekerja dengan teratur, mengutamakan keselamatan, serta menjaga koordinasi demi kelancaran kegiatan.
Kapten Inf. Badar mengingatkan kepada seluruh personelnya untuk bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Ia juga menegaskan bahwa faktor keamanan harus menjadi prioritas utama, meskipun ada target waktu untuk menyelesaikan pembangunan.
“Kita harus saling mendukung dan memprioritaskan keselamatan dalam setiap aktivitas. Kehadiran kita di sini adalah untuk membantu mempercepat pembangunan desa serta meringankan kesulitan warga,” ujarnya saat memberikan arahannya.
Dalam upaya membangun desa, Satgas TMMD tidak hanya fokus pada pencapaian sasaran fisik, tetapi juga mendorong semangat kebersamaan antara TNI, Polri, dan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan menjadi contoh nyata dari budaya gotong royong yang ingin dijaga agar berkelanjutan dalam mendukung pembangunan kawasan desa.
Setelah apel berlangsung, anggota Satgas langsung bergerak menuju lokasi untuk menindaklanjuti pembagian tugas dan melaksanakan pekerjaan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjamin efektivitas dan koordinasi pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Melalui apel yang terstruktur dan pelaksanaan tugas yang berorientasi, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo berkomitmen untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. Diharapkan program ini tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat pemerintah dan masyarakat.
Penguatan kerjasama selama TMMD menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan di level desa memerlukan kerjasama antar berbagai elemen. Dengan semangat gotong royong, Satgas TMMD dan masyarakat berupaya mencapai visi desa yang lebih maju serta meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan