Inisiatif TNI dalam TMMD ke-130 untuk Kemajuan Dusun Seri Urimessing

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 menjadi wujud nyata dari upaya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (TNI) dalam mempercepat pembangunan di pedesaan. Kali ini, kegiatan tersebut difokuskan di Dusun Seri, Negeri Urimessing, yang terletak di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Kapten Inf Vicodey Andries, yang menjabat sebagai Komandan Koramil (Danramil) 1504-06/Nusaniwe, mengungkapkan bahwa Nusaniwe memiliki berbagai tantangan geografis yang perlu dicermati. Wilayah ini terdiri dari pesisir, daerah dengan penduduk yang padat, serta perbukitan, sehingga memerlukan pendekatan yang hati-hati agar program yang dilaksanakan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, koordinasi yang baik antara delapan kelurahan dan lima negeri adat di bawah pengawasannya sangat penting untuk keberhasilan program.
Dalam TMMD ke-130, TNI fokus pada dua jenis sasaran, yakni pembangunan fisik dan nonfisik. Untuk sasaran fisik, telah direncanakan pembangunan jalan setapak dengan panjang masing-masing 346 meter dan 126 meter, satu jembatan sepanjang 7 meter, talud penahan tanah sepanjang 20 meter, serta saluran drainase sepanjang 30 meter. Selain itu, infrastruktur sanitasi dan air bersih juga menjadi perhatian, dengan rencana pembangunan MCK dua pintu, instalasi pipa, reservoir air di beberapa lokasi, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
Sementara untuk sasaran nonfisik, kegiatan TMMD mencakup berbagai penyuluhan dan pelayanan publik, termasuk sosialisasi tentang Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, serta masalah hukum dan keamanan. Kegiatan edukasi juga disertakan dalam bentuk informasi tentang perikanan, lingkungan hidup, dan kesiapsiagaan bencana. Di bidang kesehatan, program ini memberikan pelayanan melalui Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular, serta sosialisasi tentang pencegahan stunting.
Kapten Inf Vicodey menekankan bahwa kesuksesan pelaksanaan TMMD sangat dipengaruhi oleh kerjasama antara anggota TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga. Dengan semangat gotong royong, diharapkan program ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat lokal. (Pendim 1504)

Tinggalkan Balasan