Kisah Yanto: Dedikasi Seorang Anak dalam Program TMMD yang Menginspirasi

Labuhanbatu Selatan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang diadakan oleh Kodim 0209/Labuhanbatu tidak hanya sekadar fokus pada pembangunan fisik, melainkan juga berperan dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian dan rasa kekeluargaan. Salah satu contohnya dapat dilihat dari keterlibatan Yanto, seorang pemuda berusia 27 tahun, yang meluangkan waktu untuk membantu proyek pembangunan rumah ayahnya, Suroto yang berusia 62 tahun, di Dusun Simpang Mulia, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Di saat waktu libur, Yanto tak ragu untuk terjun langsung dalam proses pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk orang tuanya. Dengan alat sederhana seperti cangkul dan gerobak sorong, ia berupaya memindahkan tanah dari area luar rumah ke dalam, meratakannya di ruang tengah serta kamar agar siap untuk proses pengerjaan lantai yang akan datang.
Bagi Yanto, berkontribusi dalam pembangunan rumah sang ayah lebih dari sekedar pekerjaan fisik semata. Meskipun ia memiliki kewajiban sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan kedua anaknya, ia tetap berkomitmen untuk meluangkan waktu dalam membantu orang tuanya.
Kehadiran Satgas TMMD yang turut dalam pembangunan rumah Suroto juga berperan penting dalam memupuk semangat gotong royong di kalangan keluarga. Proses perbaikan yang dilakukan bersama-sama tidak hanya memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga mengajak seluruh anggota keluarga untuk berkolaborasi dalam batas kemampuan masing-masing. TMMD ke-130 menjadi nyata dalam menciptakan lingkungan yang saling mendukung.

Tinggalkan Balasan