Program TMMD ke-130: Edukasi Pencegahan Stunting bagi Keluarga di Muna

MUNA – Kesadaran orang tua akan kesehatan dan pertumbuhan anak menjadi fokus utama dalam kegiatan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1416/Muna. Salah satu metode yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan penyuluhan mengenai pencegahan stunting yang diselenggarakan di Desa Kawite-wite, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, pada Sabtu (24/10/2026).
Penyuluhan ini merupakan bagian dari kegiatan nonfisik yang menjadi sasaran program TMMD. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya kesehatan keluarga, khususnya dalam mendukung perkembangan anak yang optimal.
Penyampaian materi dilakukan oleh Ibu Sumarni Saudi, S.Kep., dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muna. Dalam acara tersebut, masyarakat diberikan pengetahuan mengenai pemantauan pertumbuhan anak secara berkala, cara menggunakan layanan Posyandu, serta penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan stunting.
Pemantauan terhadap perkembangan anak di setiap keluarga sangatlah penting. Dengan melakukan pemeriksaan rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan, orang tua akan bisa mendapatkan informasi mengenai perkembangan anak dan berkonsultasi tentang masalah kesehatan yang mungkin timbul.
Selanjutnya, peningkatan pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak harus terus dilakukan agar upaya pencegahan stunting dapat dimulai sejak awal. Dukungan dari keluarga, masyarakat, dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik menjadi elemen penting dalam mendukung pertumbuhan anak.
Menurut Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna, edukasi kesehatan adalah aspek yang tak terpisahkan dari pembangunan fisik yang sedang berlangsung. Pengembangan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga perlu disertai dengan peningkatan pengetahuan masyarakat agar kualitas kehidupan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna, Letkol Inf Farid Heru Puryanto, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini mencerminkan perhatian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam sektor kesehatan.
“Dengan adanya penyuluhan ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga, khususnya ibu dan anak. Kerjasama antara TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat krusial untuk memastikan bahwa upaya peningkatan kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan agar ilmu yang didapat dari penyuluhan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kawite-wite bisa semakin aktif dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan dan memperhatikan pertumbuhan anak secara rutin. Langkah tersebut diharapkan akan mendukung pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di Kabupaten Muna.

Tinggalkan Balasan