
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0425/Seluma Lakukan Renovasi Rumah Warga Miskin di Lubuk Lagan
Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 0425/Seluma tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Ibu Suani, seorang warga di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma.
Pembangunan RTLH ini menjadi bagian dari kegiatan fisik TMMD Ke-128 yang telah berjalan selama 15 hari sejak dibuka pada tanggal 22 April 2026. Rumah yang sebelumnya terbuat dari papan keropos dengan lantai tanah ini kini mulai terlihat kokoh dengan fondasi beton, dinding batu bata, serta atap seng yang baru.
Menurut Dansatgas TMMD Ke-128 Letkol Kav Yuliansyah, S.Hub.Int, program pembangunan RTLH ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di lokasi TMMD. “Kami berharap kehadiran TNI memberikan manfaat yang nyata. Kehadiran rumah baru ini diharapkan dapat membuat Ibu Suani dan keluarganya tinggal dengan lebih nyaman, aman, dan sehat,” ungkapnya saat mengunjungi lokasi pada Senin (06/05/2026).
Proses pembangunan dilaksanakan dengan semangat gotong royong antara prajurit Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 50% dengan harapan bisa selesai sebelum acara penutupan TMMD pada 22 Mei 2026. “Saya sangat bersyukur rumah saya direnovasi oleh TNI. Dulu, ketika hujan, rumah saya bocor di mana-mana. Sekarang saya akan memiliki rumah yang lebih layak. Terima kasih, Pak Tentara,” kata Ibu Suani sambil menahan haru.
Kepala Desa Lubuk Lagan, H. Syahdan Wadip, SH, memberikan apresiasi terhadap program TMMD yang dinilainya sangat tepat sasaran. “Warga kami yang sangat membutuhkan bantuan dapat terbantu. Ini adalah bukti nyata dari sinergi TNI dan masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan RTLH, TMMD Ke-128 Kodim 0425/Seluma di Desa Lubuk Lagan juga mencakup kegiatan seperti pembukaan jalan usaha tani sepanjang 8 kilometer, pembuatan gorong-gorong, serta perbaikan tempat ibadah. Di sisi lain, ada juga program non-fisik yang melibatkan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, masalah stunting, posyandu, dan pelayanan publik lainnya.
Tinggalkan Balasan