
Transformasi Rumah Tidak Layak Huni di Mekar Sari oleh TMMD Kodim 0623/Cilegon
Cilegon – Suasana haru dan kebahagiaan terlihat jelas di wajah para tetangga dan sanak saudara yang menyaksikan perubahan signifikan di kediaman Bapak Sandi. Pagi yang cerah di hari Jumat ini menjadi saksi bagaimana sebuah kepedulian dapat mengubah rumah yang sebelumnya rapuh menjadi tempat tinggal yang layak. Air mata yang tertumpah kini bukan lagi karena kesedihan, tetapi sebagai ungkapan syukur atas berkah yang melimpah.
Proyek pembangunan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kondisi wilayah pinggiran Kota Cilegon yang ditangani oleh Kodim 0623/Cilegon melalui program lintas sektoral. Lokasi yang dipilih untuk perbaikan terletak di Lingkungan Serut RT 02 RW 07, wilayah yang termasuk dalam Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulomerak. Penentuan lokasi ini didasarkan pada survei menyeluruh mengenai kelayakan hunian rumah tangga di daerah tersebut.
Setelah 23 hari pelaksanaan (Hari H+23) pada Jumat (15/5/2026), progres fisik dari program unggulan TNI AD ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Rumah yang sebelumnya rentan roboh kini telah mencapai 95 persen dalam tahap penyelesaiannya. Hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum kunci rumah secara resmi diserahkan kepada pemilik.
Sejak pagi hari, anggota bintara pembina desa dan tim satgas telah menguasai alat pertukangan untuk menyelesaikan pekerjaan akhir seperti pengecatan dan membersihkan area di sekitar rumah. Keterlibatan aktif dari pemuda dan tokoh masyarakat setempat telah mempercepat proses pekerjaan yang semula diperkirakan lebih lama. Semangat solidaritas yang sempat meredup kini kembali berkobar dengan semangat baru di Kelurahan Mekar Sari.
Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P., dalam pernyataan resminya menekankan bahwa hasil yang dicapai adalah bukti nyata dari kerjasama. Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan moral dan bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon serta seluruh lapisan masyarakat Pulomerak yang telah menyambut kehadiran TNI dengan sangat baik.
“Melihat senyuman dan kebahagiaan di wajah keluarga Bapak Sandi adalah motivasi terbesar bagi kami. TNI lahir dari rakyat dan bertugas untuk rakyat. Dengan program unggulan TNI AD kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara langsung menyentuh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan,” jelas Letkol Inf Imam Buchori di lokasi.
Saat ini, rumah tersebut berdiri sebagai simbol persatuan dan kolaborasi nyata antara TNI dan masyarakat di tingkat kelurahan. Rasa puas terlihat jelas di wajah semua anggota satgas yang telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk kemanusiaan, menciptakan sukacita dan rasa syukur yang mendalam di akhir perjalanan memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga Bapak Sandi.
Tinggalkan Balasan